SHALAT THE EXPLORER

Part 1. The Hidden Secret

Tulisan ini merupakan refleksi kehidupan nyata dari orang-orang yang notabene menamakan dirinya pemuda modern. Saya bukan seorang Kiai atau ahli agama saya sama seperti kebanyakan pemuda pada umumnya so..anggap saja anda sedang baca curhat Saya tentang sebuah keyakinan, tujuan hidup, harapan dan cita-cita. Kadang kita malas untuk memikirkan hal ini, ada rasa takut dan risi soalnya ujung ujungnya mentok di keyakinan, agama dan hari akhirat ditambah lagi tektek bengek lainnya seperti Shalat, Puasa dan seabreg aturan-aturan yang menurut saya bikin bete. Kalau mau jujur kebanyakan diantara kita masih ngeri untuk berfikir kearah sana, sementara kita masih ingin have fun dan enjoy menikmati dunia ini tanpa harus pusing-pusing mikirin agama dan kampung akhirat apa lagi mikirin neraka iih ngeri, kayanya yang begituan mah ntar ajah deh mikirnya kalau dah tua.

Saya yakin setiap manusia diberi kesempatan ada dalam kondisi dimana ada sesuatu yang kosong ketika dominasi kemunafikan menguasai jiwa manusia. Kadang kita merasa jenuh dan terpuruk, ruhani kita haus dan lapar, ada sesuatu yang kosong dalam relung jiwa.

Dalam kondisi ini sering kali Allah mengingatkan kita untuk kembali kepada fitrah, fikiran kita diarahkan untuk mengingat Allah, kemudian memunculkan hasrat untuk melakukan perubahan-perubahan positif, inilah Hidayah Allah, kalau kita bisa menjaga dan memupuknya, Hidayah akan menjadi sebuah momentum perubahan untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, namun jika tidak, hidayah ini akan dicabut kembali oleh Allah, dan kita akan menjadi manusia paling malang di dunia ini, dan paling menderita di akhirat nanti.

Ketika saya memutuskan: “Saya harus berubah!, Saya harus perbaiki hidup Saya!” ternyata Allah SWT Menunjukan betawa Dia Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah merespon keinginan Saya, seolah-olah Saya di bimbing dan diarahkan untuk membaca Q.S. Annisa Ayat 17:

Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Saya renungkan Firman Allah Dalam Al-Qur’an tersebut dan Saya baca terjemahannya berulang ulang. Ada satu kata yang membuat Saya cukup bergidik adalah “BERTAUBAT DENGAN SEGERA” menurut pemikirna Saya yang awam, berarti kalau Tidak Segera Taubat, Danger!! dong Taubat kita gak akan diterima oleh Allah atau setidaknya Allah akan mempersulit jalan kita untuk taubat bahkan lebih jauh mengunci hati dan keinginan kita untuk bertaubat dan akhirnya keburu mati duluan. SEPERTI Firman Allah SWT

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. (Q.S. Al-Baqoroh ayat 7)

….Demikianlah kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas (Q.S. Yunus Ayat 74)

Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami (Q.S. Arum ayat 50)

Kebayang kalau Allah sudah benar-benar mengunci mati hati kita, tau akan kebenaran tapi tidak mau menyadarinya, alangkah malang kita ini. Berkali kali Allah SWT peringatkan dari cara yang halus sampai cara yang kasar kita tak pernah mau berubah. Kita menciptakan sejuta alas an yang sebenarnya tak beralasan, kita berlindung di balik “ Ya.. Manusia Mana sih Yang sempurna” seolah kata-kata itu menjadi legitimasi untuk kita menghalakan berbuat dosa yang penting nanti Taubat.

Dulu Saya berfikir “Ntar ajah Taubat Mah kalo dah Tua-an kan Allah maha pengampun jadi dosa sebanyak apapun pasti diampuni”. Mungkin ketika kata itu terucap Saya masih sempet inget “Apa iya Saya bisa hidup sampe tua?” namun pertanyaan yang tidak pernah bisa terjawab itu hanya sekedar lewat, lalu terbenam dan kalah oleh nafsu yang sudah menguasai diri mencengkram semakin kuat.

So.. sebelum Allah benar-benar mengunci pintu hati kita. Tidak ada jalan lain kecuali Sesegera Mungkin kita memperbaiki diri kita, sekaranglah waktu yang tepat untuk memulainya, karena esok kita tidak pernah tau masih hidup ataukah ajal segera menjemput.

Kalau kita mau jujur Mungkin jeritan hati berikut ini sedikit banyak mewakili kondisi diri kita, sebuah pengakuan tentang dosa.

Ya Allah Dalam Setiap Detiku Aku Semakin Jauh Darimu

Setitik Debu Ini Sudah Berani Menantang Azabmu

Setiap Kelip Cahaya Terangi Hati Saat Itu Juga Kututupi Dengan Gelap

Betapa Hatiku Ini Telah Berkarat

Entah Apa Yang Sanggup Membersihkan Noda Yang Hitam Pekat, Melekat, Mengeras, Membatu

Aku Ini Pendurhaka Tuhan

Sulit Bagiku Tuk Kembali Kejalanmu

Setiap Niat Itu Terbersit Selalu Saja Kandas Di Tengah Jalan Setiap Kali, Setiap Kali Dan Setiap Kali

Entah Berapa Ribu Kali Aku Katakan Sesal Ribuan Kalipula Aku Langgar

Saat Kutulis Inipun Entah Berapa Kali Terhenti Tuk Sejenak Melakukan Dosa Aku Ini Keparat Yang Tidak Tau Diri Aku Ini Debu Kotor Yang Hina Tuhan, Satu Yang Kupinta Darimu Beri Kekuatan KepadAku Untuk Bertaubat

Jangan Biarkan Aku Tersesat Tuhan…. Ampuni Akuu

Well… mungkin air mata ini memang sempat meleleh, namun seperti biasa Dosa dan maksiat tetap saja jalan, dan kita semakin susah keluar dari lingkaran setan ini. Ternyata mengaku tidak tau diri saja di hadapan Allah SWT tidaklah cukup. We need action dari hanya sekedar pengakuan dosa.

Kadang Kita terfikir untuk Shalat dan berdoa mohon ampun sama Allah namun selalu saja ada alasan untuk menunda nunda entah itu rasa malas, dingin , ngantuk apa lagi kalo sibuk akhirnya taubat kita tertunda dan tertunda lagi, maksiat terus berlanjut dan kita semakin jauh dengan Allah SWT.

Pertengahan Tahun 2006 amerika diguncang oleh peluncuran film The Secret. Film ini sangat fenomenal menurut informasi dari salah satu situs di internet, sejak diluncurkan pada pertengahan tahun 2006, hingga saat ini, DVD The Secret telah terjual tidak kurang dari 2.000.000 copy, 3.750.000 buku, 400.000 audiobook. Saat ini bukunya telah diterjemahkan dalam 24 bahasa. Di Internet, dibicarakan jutaan orang, ribuan forum dan website dan menyebar ke seluruh dunia seperti virus dengan jutaan fans setia. Dibahas koran USA Today, CBS News, Time Magazine. Diliput Ellen Degeneres Show, Larry King Show dan Oprah Winfrey Show!.

Film ini mengungkap tentang sebuah hukum yang di kenal dengan Law Of Atrraction (LOA) / Hukum Ketertarikan.

Hukum ini menjelaskan bahwa

 SESUATU AKAN MENARIK KEPADA PADA DIRINYA SEGALA SESUATU YANG SATU SIFAT DENGAN DIRINYA

Misalnya mengapa perkawinan akan langgeng jika lebih banyak persamaan sifat, visi dan misi antara keduanya dari pada yang lebih banyak perbedaannya.

Mengapa orang yang hobi memancing cenderung untuk berkumpul dengan yang hobi memancing juga.

Intinya hukum ini menjelaskan adanya tarik menarik disebabkan adanya persamaan sifat. Hukum ini juga menjadi aplikatif dalam perasaan dan fikiran kita, semakin kita merasa sial maka semakin banyak ketidakberuntungan yang kita terima, semakin banyak kita mengeluh justru semakin banyak masalah yang datang kepada kita, Semakin banyak kita bersyukur maka keberuntungan akan menghampiri kita.

Fikiran negative akan menarik segala sesuatu yang negative dan fikiran positif akan menarik yang positif.

Aplikasi LOA ini memang sangat menarik, bayangan bayangan mengenai kesuksesan, kekayaan dan kebahagiaan di deskripsikan bisa diraih dengan cara yang sangat mudah. Dari mulai menarik Uang, Jodoh, karir, kesembuhan dari penyakit dan apapun yang kita inginkan terjadi dalam hidup kita. Apa lagi LOA di dukung dengan berbagai penemuan Ilmiah di Dunia Fisika, Neurologi dan Kedokteran serta daya dukung dari inti sari kitab suci agama di dunia serta pemikiran-pemikiran orang-orang bijak dari jaman dahulu sampai sekarang yang telah membuktikan keberhasilannya. Sehingga tidak heran karena kemudahannya LOA menjadi sangat menarik dan sangat fenomenal serta menjadi sumber inspirasi berbagai macam penulisan dalam bidang pengembangan potensi diri, kecerdasan Akal, emosional dan spiritual serta dijadikan andalan bagi para motivator untuk lebih mempertajam, menggerakan dan membangkitkan kesadaran yang di motivasinya.

Setelah saya mencoba menganalisis tentang LOA yang sangat fenomenal ini, maka saya berkesimpulan bahwa intinya terletak dari bagaimana caranya kita BERSYUKUR. “Inti dari pengembangan kecerdasan akal, emosional dan spiritual bisa di rangkum dalam satu kata yakni ‘Syukur” (Dikutif dari Buku Quantum Ikhlas, Erbe Sentanu 2007)

Sebenarnya LOA ini telah Allah deskripsikan secara tersirat dalam Q.S. Ibrahim Ayat 7, 14 abad sebelum The Secret di publikasikan secara luas.

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Jika kita jeli memperhatikan ayat ini, maka ayat ini tiada lain adalah Hukum Ketertarikan itu sendiri. Jika kita menerapkan nilai-nilai syukur dalam hidup kita seperti: menerima, tidak putus asa, tidak mengeluh, tetap percaya diri dan optimis, berbaik sangka dan lain sebagainya, maka Allah akan menambahkan nikmat kepada kita; dengan kata lain menarik nikmat, menarik segala kebaikan, dibukanya pintu rezeki, hidayah dan ampunan. Tetapi Jika kita kufur terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT, seperti berburuk sangka kepada Allah, egois, mengeluh, putus asa dan sebagainya, maka “sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. Azab adalah sesuatu yang tidak mengenakan, sesuatu yang tidak kita inginkan untuk terjadi, tetapi kita pasti menerimanya ketika kita tidak mau mensyukuri apa-apa yang telah diberikan Allah kepada kita, dengan kata lain menarik azab, menarik kesialan dan ketidak beruntungan dalam hidup kita.

Inspirasi Surat Ibrahim Ayat 7 ini membawa saya kepada sebuah rahasia tersembunyi “The Hidden Secret” yang lebih dahsyat dan fenomenal dari The Secret.

Di suatu malam pandangan saya tertuju kepada buku kecil yang memuat surat surat pendek / Juzamma . Buku itu sudah lusuh bahkan sudah tidak ada jilidnya. Entah mengapa halaman yang pertama saya buka berisi surat pendek yakni Surat Al-Kautsar.

1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.

2. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah

3. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus

Fikiran saya mengembara menelaah ayat ini, Ayat pertama mendeskripsikan kalau Allah sudah banyak memberikan berbagai macam nikmat yang sangat banyak bahkan tidak terhitung kepada kita maka sudah sepatutnyalah kita bersyukur. Ketika saya meneliti ayat yang kedua Allah mendeskripsikan Keharusan bersyukur itu dengan cara Shalat Dan Qur’ban .

Dua kata kunci inilah yang membuat saya termotivasi untuk mengksplorasi dan mengungkap rahasia surat pendek terutama 2 ayat pertama yang begitu dahsyat ini. Seperti yang telah saya ungkapkan diatas Inti Dari LOA yang sangat Fenomenal itu adalah SYUKUR, lalu bagaimana menghubungkan antara Syukur dengan Shalat dan Qur’ban?.

Bentuk syukur mahluk terhadap sang pencipta (Khalik) yakni Allah SWT adalah hanya dengan jalan mengabdi / ibadah kepada-Nya karena apapun yang kita lakukan untuk mensyukuri nikmat Allah akan bernilai Ibadah jika kita Ikhlas dan dilakukan dengan cara yang sudah ditentukan Allah dan Rasul-Nya.

Saya tidak menemukan alasan atau kata lain yang mewakili secara keseluruhan selain mengabdi/ibadah. Logikanya Jika bentuk Syukur itu adalah Ibadah maka haruslah berlaku sebuah rumus:

IBADAH YANG PALING UTAMA

=

SYUKUR YANG PALING UTAMA

Misteri ini mulai terkuak dalam Q.S. Al-Ankabut ayat 45

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Intinya adalah Bahwa SHALAT menduduki Level paling tinggi dan paling utama dari bentuk ibadah lainnya. Shalat adalah Induknya Ibadah, Ia adalah tiangnya agama Dan Qurban tiada lain adalah bentuk, nilai dan norma ibadah secara keseluruhan, karena Qur’ban juga bisa diartikan dengan mengerahkan segala kemampuan, ilmu, tenaga, harta, bahkan Nyawa untuk melaksanakan Perintah Allah SWT, dengan ikhlas berharap hanya Ridho Allah Semata. Maka dengan demikian terjawab sudah mengapa Allah SWT menyatakan Syukur pada Surat Al-Kautsar Dengan SHALAT dan QUR’BAN.

Shalat mewakili Induknya Ibadah serta Qur’ban mewakili bentuk,nilai dan norma ibadah secara keseluruhan.

Ketika Allah memberikan Hidayah kepada kita untuk Taubat maka sudah selayaknya kita bersyukur karena hidayah Allah itu lebih mahal harganya dari dunia dan segala isinya. Mulailah dengan memperbaiki SHALAT sebagai perwujudan syukur kita Kepada Allah. Ada apa dengan Shalat? Mengapa Ia menjadi Ibadah yang paling Utama sekaligus menjadi bentuk syukur yang paling utama?.

Kalau begitu bisakah Shalat membawa kita kepada tujuan yang kita inginkan seperti Kesuksesan, kekayaan, kemudahan, kesembuhan, jodoh, karir dan hal lainnya seperti yang di deskripsikan dalam Film The Secret?, Bukankah Inti dari The Secret itu adalah Syukur? padahal Shalat adalah bentuk Syukur yang paling utama ?.Saya pastikan jawabannya adalah kita akan mendapatkan lebih dari apa yang dapat kita bayangkan!!.

Kini saatnya kita melirik kembali Shalat kita, mengekplorasi lebih dalam potensi yang sangat luar biasa dari ritual yang kita anggap remeh, yang melaksanakannya menjadi beban bahkan hanya menjadi rutinitas tanpa makna, paling banter hanya karena takut siksa neraka kalau kita tidak melaksanakannya, Sahalat menjadi tidak menyenangkan tidak nikmat karena hanya dianggap beban dan tanggungjawab tak terhindarkan. Shalat adalah potensi yang terpinggirkan , sekarang mari kita raih kembali mutiara dan kado terindah dari Sidratul Muntaha ini.

Tulisan ini mudah mudahan akan membawa anda kepada sebuah pencerahan dan mengubah paradigma anda tentang Shalat yang membosankan, mengeksplorasi setapak demi setapak potensi yang ada dalam Shalat dan feed back nya Shalatlah nanti yang akan mengeksplorasi dan membangkitkan seluruh kemampuan dan potensi yang anda miliki untuk menjadi manusia yang sukses, unggul bahagia lahir dan batin dunia dan akhirat. Inilah yang mengilhami mengapa tulisan ini berjudul Shalat The Explorer. Bersambung….. (Kang Erry)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: